Selasa, 23 November 2010

Aku punya cerita tentang bungkusan sambelan pasar, yang kertasnya bergambar artis sexy dan diikat dengan karet gelang sangat rapih.
Sampai di rumah aku buka dengan perlahan. Aacchhh..!! ternyata cabainya banyak yang busuk , tomatnya bagus tapi kecil-kecil.
Aku menggerutu tak jelas karena tak ada yang diajak bicara, Cuma si kido kucingku.Dia Cuma mengeong…
Andai dia mengerti apa yang aku bicarakan, pasti dia akan mentertawai ku. Dengan kesal kulempar cabai-cabai itu, tiggal tomat kecil dan bawang yang bengong tak mengerti…
Gila kali yah tuh orang??!!

Apakah itu sayir?? Syair adalah salah satu jenis puisi lama. Syair berasal dari Persia(sekarang Iran) dan telah dibawa masuk ke Nusantara bersama-sama dengan kedatangan Islam. Kata syair berasal dari bahasa Arab syu’ur  yang berarti perasaan. Kata syu’ur berkembang menjadi kata syi’ru yang berarti puisi dalam pengertian umum. Syair dalam kesusastraan Melayu merujuk pada pengertian puisi secara umum. Akan tetapi, dalam perkembangannya syair tersebut mengalami perubahan dan modifikasi sehingga menjadi khas Melayu, tidak lagi mengacu pada tradisi sastra syair di negeri Arab. Prnyair yang berperan besar dalam membentuk syair khas Melayu adalah Hamzah Fansuri dengan karyanya, antara lain Syair Perahu, Syair Burung Pingai, Syair Dagang, dan Syair Sidang Fakir. Menurut isinya, syair dapat dibagi menjadi lima golongan, sebagai berikut.
  1. Syair Panji
            Syair panji menceritakan tentang keadaan yang terjadi dalam istana dan keadaan orang-orang yang berada atau berasal dari dalam istana. Contoh syair panji adalah syair Ken Tambuhan yang menceritakan tentang seorang putrid bernama Ken Tambuhan yang dijadikan persembahan kepada Sang Ratu Kauripan.
  1. Syair Romantis
            Syair romantic berisi tentang percintaan yang biasanya terdapat pada cerita pelipur lara, hikayat, maupun cerita rakyat. Contoh syair romantic yakni syair Bidasari yang menceritakan tentang seorang putri raja yang telah dibuang ibunya. Setelah beberapa lama ia dicari Putra Bangsawan(saudaranya) untuk bertemu dengan ibunya. Pertemuan pun terjadi dan akhirnya memaafkan ibunya, yang telah membuang dirinya.
  1. Syair Kiasan
            Syair kiasan berisi tentang percintaan ikan, burung, bunga atau buah-buahan. Percintaan tersebut merupakan kiasan atau sindiran terhadap peristiwa tertentu. Contoh syair kiasan adalah Syair Burung Pungguk yang isinya menceritakan tentang percintaan yang gagal akibat perbedaan pangkat, atau seperti perumpamaan “seperti pungguk merindukan bulan”.
  1. Syair Sejarah
            Syair sejarah adalah syair yang berdasarkan peristiwa sejarah. Sebagian besar syair sejarah berisi tentang peperangan. Contoh syair sejarah adalah Syair Perang Mengkasar. Berisi tentang perang antara orang-orang Makasar dengan belanda.
  1. Syair Agama
            Syair agama merupakan syair terpenting. Syair agama dibagi menjadi empat yaitu; syair sufi, syair tentang ajaran islam, syair riwayat cerita nabi, dan syair nasihat.

Perlu diketahui, setiap syair pasti mengandung pesan tertentu. Pesan tersebut dapat disimpulkan setelah memahami isi sebuah syair.

Pidato adalah pengungkapan dalam bentuk kata-kata uang ditujukan kepada orang banyak. Sebelum berpidato di depan orange banyak, ada baiknya untuk menyiapkan materi pidato terlebih dahulu. Berikut ini langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam menyusun naskah pidato.
  1. Menentukan tujuan berpidato
            Tujuan pidato bermacam-macam, antara lain untuk memotivasi, melakukan tindakan, memberitahukan(instruktif), menghibur(rekreatif), atau membujuk(persuasif).
  1. Menganalisis pendengar
            Menganalisis pendengar ini didasarkan pada tingkat usia, pendidikannya, dan pekerjaannya.
  1. Menyusun kerangka pidato
            Untuk menyampaikan suatu masalah, kerangka pidato harus dibuat dengan urutan berdasarkan penyelesaian masalah.
Berikut ini susunan pidato pada umumnya.
  1. Salam pembuka
  2. Pendahuluan
  3. Isi pokok
  4. Simpulan
  5. Harapan-harapan
  6. Penutup
  1. Kembangkan Kerangka Tersebut menjadi Naskah yang Lengkap
            Pengembangan kerangka dilakuakan dengan menguraikan pokok-pokok masalah pada kerangka karangan menjadi kalimat-kalimat ke paragraf-paragraf.

Karya tulis adalah karangan ilmiah yang biasanya disusun oleh siswa dan mahasiswa. Karya tulis tersebut dapat disusun untuk memenuhi sebagian dari syarat menyelesaikan jenjang sekolah atau mata kuliah, atau untuk membahas suatu masalah walaupun tidak secara mendalam, dan biasanya berupa kajian pustaka. Selain itu, karya tulis bisa juga merupakan suatu tulisan yang berisi hasil penelitian lapangan. Oleh karena itu, isi sebuah karya tulis dapat berupa hasil pengamatan atau pemecahan masalah.
Sebagai karya ilmiah, karya tulis harus memenuhi syarat berikut ini :
  1. Mengandung suatu masalah beserta pemecahannya.
  2. Masalah yang dikemukakan objektif, sesuai kenyataan, bukan hasil imajinasi.
  3. Karangan disusun menurut metode tertentu sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
  4. Karangan harus lengkap, semua yang berhubungan dengan masalah harus dikemukakan dan dilengkapi dengan kajian teori dari beberapa buku atau sumber lain (Koran,atau internet).
  5. Karangan dikemukakan dengan nalar yang sehat.
  6. Karangan disusun menurut system tertentu, mudah dimengerti, dan berkesinambungan.
  7. Bahasa yang digunakan tidak menimbulkan penafsiran ganda, harus jelas, dan mudah dipahami.
Ada pun berikut ini tahap-tahap penulisan karya tulis.
  1. Pemlihan naskah/pembatasan topic.
  2. Pengumpulan bahan.
  3. Penyusunan kerangka tulisan.
  4. Pengembangan kerangka.
  5. Memperbaiki isi.
  6. Memperbaiki bahasa.

Kerangka karya tulis ilmiah minimal terdiri dari atas tiga bagian, yaitu pendahuluan, isi, dan penutup.
  1. Pendahuluan, mengutarakan perumusan dan penjelasan masalah, yang penting pada bagian ini yaitu latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan, dan sistematika penulisan.
  2. Isi, merupakan bagisan karangan yang disebut penguraian. Bab ini memuat segala penjelasan mengenai tiap segi secara rinci.
  3. Penutup, terdiri dari kesimpulan dan saran. Kesimpulan memuat hal-hal yang telah diuraikan pada bab isi dan saran berisi sesuatu yang hendak disampaikan kepada pihak-pihak tertentu berkenaan dengan materi pembahasan.

Mengkritik dapat di artikan sebagai kegiatan mengemukakan pendapat atau tanggapa terhadap  sesuatu hal yang disetai dengan uraian dan pertimbangan baik buruknya hal tersebut. Akan tetapi,sebuah kritikan oleh orang-orang sering dikaitkan dengan hal-hal yang buruk saja, sedangkan untuk hal-hal yang bagus sering disebut pujian. Baik kritikan ataupun pujian hendaknya selalu diutarakan dengan alasan yang logis dan bahasa yang santun sehingga tidak menyinggung perasaan orang yang dikritik atau dipuji. Apabila kalian mengkritik atau memuji sebuah karya seni atau produk disertai dengan alasan yang logis, tentunya pencipta seni atau produsen produk tersebut tidak akan tersinggung.

Minggu, 14 November 2010

Ragam Bahasa Lisan
Ciri-ciri ragam bahasa lisan :
1) Memerlukan kehadiran orang lain ;
2) Unsur gramatikal tidak dinyatakan secara lengkap;
3) Terikat ruang dan waktu;
4) Dipengaruhi oleh tinggi rendahnya suara.
contoh : pertemuan seminar yang dihadiri oleh pembicara dan pendengar, yang dilakukan dalam satu waktu untuk menyampaikan pesan dari si pembicara.

Ragam Bahasa Tulis
Ciri-ciri ragam bahasa tulis :
1) Tidak memerlukan kehadiran orang lain;
2) Unsur gramatikal dinyatakan secara lengkap;
3) Tidak terikat ruang dan waktu;
4) Dipengaruhi oleh tanda baca atau ejaan.
contoh : seseorang mengirim surat, untuk menyampaikan pesan yang diinginkannnya.

Ini adalah Tugas Bahasa Indonesia dari Dosen saya di kampus.

Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dipakai dalam berbagai keperluan
tentu tidak seragam, tetapi akan berbeda-beda disesuaikan dengan situasi dan kondisi .
Keanekaragaman penggunaan bahasa Indonesia itulah yang dinamakan ragam bahasa
Indonesia.
Alasan mengapa bahasa melayu diangkat menjadi bahasa melayu dikarenakan berdasarkan dari waktu penggunaannya.
Ragam bahasa Indonesia lama dipakai sejak zaman Kerajaan Sriwijaya
sampai dengan saat dicetuskannya Sumpah Pemuda.
Ciri ragam bahasa Indonesia lama masih dipengaruhi oleh bahasa Melayu .
Bahasa Melayu inilah yang akhirnya menjadi bahasa Indonesia.
Alasan Bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia :
1) Bahasa Melayu berfungsi sebagai lingua franca,
2) Bahasa Melayu sederhana karena tidak mengenal tingkatan bahasa,
3) Keikhlasan suku daerah lain ,dan
4) Bahasa Melayu berfungsi sebagai kebudayaan.

;;

By :
Free Blog Templates